Kamis, 31 Oktober 2013

Jangan disiakan!


"Time is what we want most, but what we use worst." - William Penn

Akui sajalah. Anda pernah berharap waktu berhenti atau berputar balik dalam hidup anda. Mungkin sewaktu anda menyesali sesuatu atau mungkin saat itu adalah saat yang paling membahagiakan. Yang jelas berapapun anda berharap jawabannya selalu 'tidak'.

Terlebih lagi, kebanyakan dari kita (Including me) menggunakan waktu secara sia-sia. Kebanyakan teman-teman saya menggunakan waktunya untuk bersenang-senang (Except some). Ada juga yang menggunakannya untuk bergalau ria (which is more useless than having fun). Padahal waktu itu berharga, sangat berharga. Oleh karena itu

Sabtu, 26 Oktober 2013

Gravitasi Manusia

"You can't blame gravity for falling in love." - Albert Einstein

Gravitasi adalah gaya yang dimiliki semua planet termasuk bumi kita. Kalau tidak ada gravitasi mungkin sekarang kita dengan bebas melayang-layang di udara (That sounds fun). Singkatnya gaya ini membuat semua benda tertarik ke pusat planet atau setidaknya benda angkasa yang memilikinya.

Saya rasa sudah cukup membuat anda bosan dengan fisika. Sebenarnya manusia juga memiliki semacam gravitasi. Gravitasi milik manusia ini tidak menarik semua benda tentu saja. Apalagi membuat mereka terjatuh begitu saja. Gravitasi ini hanya membuat orang lain mendekat saja dan bersikap baik pada anda.

Gravitasi yang dimaksud adalah

Sabtu, 19 Oktober 2013

Kisah Seorang Tuna Netra

"Of course I read Braille, yes." - Stevie Wonder

Itu jawaban dari pertanyaan saya di post sebelumnya. Awalnya saya mau mencari quote dari Louis Braille tapi for goodness sake, he has none that fit well with this! Ini benar-benar aneh. Kenapa tidak ada quote dari orang yang cukup hebat ini?

Kenapa dia hebat?

Mari kita simak kehidupannya sebentar. Louis Braille lahir di Paris, Prancis. Dia tinggal di sebuah desa bernama Coupvray. Braille buta sejak umur lima tahun karena kecelakaan (Parents, please keep your children under constant watch). Tapi kedua orang tuanya bersikeras dan membesarkan Braille seperti anak biasa. Tapi itu justru membantu Braille untuk bisa berjalan di sekitar desa walaupun buta.


Tentu saja dia bersekolah di sekolah khusus orang-orang buta. Tapi waktu itu mereka menggunakan sistem

Minggu, 13 Oktober 2013

Pengarang yang Saya Sukai

"What you see and what you hear is not always the truth." - Author of this blog.

Saya cukup suka cerita detektif. Jadi cerita seperti Sherlock Holmes, Detective Conan, dan berbagai fiksi kriminal lainnya sangat saya sukai. Kenapa? Karena twist dan trik yang mengagumkan (Admittedly if it is for killing, it is not so awesome).
Saya sempat berfikir membuat cerita dengan konsep seperti ini: 'Sepuluh orang terjebak di suatu pulau. Lalu, satu-persatu, mereka dibunuh. Orang terakhir yang tewas bukanlah pelakunya. Tapi semua bukti menunjukkan bahwa mereka semua dibunuh.'
Sayangnya itu saat saya belum tahu sama sekali tentang
novel 'And Then There Were None' karya Agatha Christie.


Agatha Christie adalah salah satu pengarang yang setara dengan Sir Arthur Conan Doyle. Saya akui beliau justru lebih hebat. Kenapa? Karena kebanyakan pembunuhan yang terjadi di novelnya menggunakan racun. Masih bingung? That is for the better then. Lebih baik anda tidak tahu kelanjutan alasan saya tadi. Salah satu novelnya memiliki dua belas tersangka dimana kedua belasnya bersalah. No wonder she is called Queen of Crime Fiction. Sebetulnya Agatha Christie juga terkenal karena dia pernah hilang selama sebelas hari. Bahkan dia sendiri tidak tahu apa yang dia lakukan selama sebelas hari itu.

Selain Agatha Christie, saya juga menyukai seorang yang menciptakan komik detektif. Yang saya maksud bukanlah Aoyama Gosho pengarang Detective Conan, melainkan Seimaru Amagi. Dia adalah pengarang dari Kindaichi dan juga Dan Detective School. Kenapa? Karena dia menggunakan trik sederhana yang semestinya bisa kita pikirkan. Hanya saja keahliannya dalam mengarang membuat kita berfikir jauh dari pemikiran sederhana yang bahkan tampak di depan mata. (Did you ever think of using a mirror to make a fake room?) Dia juga memiliki karya lain dengan nama pena lain yang tidak kalah serunya (Really, making a hacker to be a protagonist is something).

Kedua pengarang di atas juga sangat lihai dalam memberikan petunjuk pada pembaca. In case of Seimaru Amagi, can you believe that one whole panel is actually a clue? Trik yang tidak disangka dan protagonis yang unik. Kedua pengarang ini mampu membuat pembaca tertarik dengan kedua hal itu. Makanya saya mengagumi mereka.

Sebagai penutup, coba tebak teka-teki saya dibawah ini.
"Only those who got trapped in darkness can read it. What is it?"