Jumat, 10 Januari 2014

Life's Paradox

"You are doomed to make choices. This is life's greatest paradox." - Wayne Dyer

Sepenggal puisi "Paradox of life":

The paradox of our time in history is that we have taller buildings but shorter tempers, wider freeways, but narrower viewpoints.
We spend more, but have less, we buy more, but enjoy less.
We have bigger houses and smaller families, more conveniences, but less time.
We have more degrees but less sense, more knowledge, but less judgment, more experts, yet more problems, more medicine, but less wellness.

Saya agak malas menerjemahkan jadi terimakasih banyak google translate dan maaf karena tidak sesuai (But at least the meaning still retain). Ini terjemahannya:

Paradoks waktu kita dalam sejarah adalah bahwa kita memiliki gedung-gedung yang lebih tinggi tetapi kesabaran yang pendek, jalan raya lebar tetapi sudut pandang yang lebih sempit. 
Kami menghabiskan lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit, kita membeli lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit. 
Kita memiliki rumah yang lebih besar dan keluarga yang lebih kecil, lebih nyaman, tetapi waktu yang lebih singkat. 
Kami memiliki lebih banyak gelar, tetapi logika yang lebih sedikit, lebih banyak pengetahuan, tetapi penilaian kurang, lebih banyak ahli, tetapi lebih banyak masalah, obat-obatan lebih banyak, tetapi kesehatan yang lebih sedikit.

Ini salah satu alasan saya malas melihat dan mendengar berita di TV dan koran-koran. Dan belakangan saya juga merasa kehidupan di sekitar saya seperti itu. Terutama bagian ini:

 Kami menghabiskan lebih banyak, tetapi memiliki lebih sedikit, kita membeli lebih banyak, tetapi menikmati lebih sedikit.

Tapi apapun yang saya lakukan, inilah kenyataannya. Sepertinya saya hanya bisa menerimanya. Itu saja.

Tambahan: http://markmanson.net/paradoxes